
Beberapa hari belakangan ini wacana mengenai wajib militer sering terdengar, ada yang setuju dan tidak sedikit yang menolak. Kalau kita runut kebelakang rencana ini di buat oleh DEPHANKAM bertujuan untuk memperkuat militer kita dari ancaman disintegrasi bangsa, memamng sesuatu yang mulia. Sebagai warga negara kita berkewajiban untuk membela negara kita apapun taruhannya, jangankan yang wajib secara sukarelapun pasti kita mau membela negara kita.tetapi apakah prosedurnya sama seperti di luarnegeri bahwa setiap warga negara berusia di atas 18 tahun wajib ikut dinas ketentaraan selama 2 tahun dan setelah itu boleh memilih tetap di dinas atau selesai.
Kalau hal ini di lakukan indonesia akan menjadi negara di kawasan ASEAN yang memiliki jumlah prajuruit terbanyak mungkin lebih dari 800.000 kalau di lihat dari jumlah penduduk.
Negara tetangga kita pasti ketakutan melihat begitu besar jumlah tentara Indonesia. Tetapi apakah kita sudah punya cukup fasilitas dan dana yang memadai untuk mengelola sedemikian banyak sumber daya manusia tersebut. Ya pasti di butuhkan jumlah anggaran yang melabihi APBD propinsi bahkan anggaran DEPHANKAM itu sendiri, apakah pemerintah sudah siap di tambah melambungnya harga minyak mentah di pasar dunia yang di perkirakan menembus $100 per barrel juga berbagai bencana yang melanda bangsa ini. Pemerintah harus berfikir bagai mana melaksanakan hal tersebut.
Pagi ini di koran seluruh negaeri menyatakan bahwa " DPR Menolak Wajib Militer " demikian di kemukakanoleh Ketua DPR Agung Laksono bahwa kecuali negara dalam keadaan darurat negara berhak memobilisasi rakyatnya. Tanpa di mintapun rakyat pasti mau membela negara.
Saat ini jumlah personel prajurit profesional aktif Indonesia mencapai 250 ribu orang terbesar di Asean dengan anggaran sekitar US$ 1 Triliun setara dengan 1,3 persen GDP.
Bagai manapun hal ini haruslah menjadi tugas bangsa ini untuk secara bersama membahasnya agar kelak kia mempunya pertahanan yang modern dan di segani di kawasan ASIA tanpa membuat rakyat tambah merasa terbeban. Apapun pilihanya kita harus bijak menyikapinya. Kami tunggu komentarnya.




2 comments:
pu haba >
haba geut
Post a Comment