Monday, November 5, 2007

UAN

Wah ini nih kabar yang sungguh miris, beberapa hari lalu di jakarta ribuan murid SMU melakukan unjuk rasa menolak UAN juga di dua hari lalu di Banda Aceh ratusan murid SMU juga ikut menolak UAN. Sungguh sukar di mengerti bahwa UAN yang merupakan patokan tertinggi untuk mencari nilai akhir nasional di minta di tiadakan karena terlalu membebani para siswa karena hanya mengandalkan teori tanpa praktek dalam kehidupan sehari-hari, bahkan tahun kemarin ada anggota olimpiade fisika yang tidak lulus UAN suatu hal yang kontradiktif dan patut disayangkan.

Yang kurang bisa diterima adalah bahwa banyak siswa yang menolak UAN tersebut apakah karena " MALAS " belajar atau takut tidak lulus atau mungkin sistem pendidikan Indonesia yang tidak berjalan.

Tidak ada orang hidup didunia ini tanpa test, semua test pasti terjadi. Kalao misalnya takut tes ya tidak usah jadi siswa karena indeks prestasi siswa indonesia masih di bawah negara tetangga, kalau ini di biarkan bagai mana negara ini bisa maju karena karakter bangsa kita yang akhir-akhir ini suka berkelahi antar sesama dan juga masih adanya budaya potong kompas untuk mencari jalan yang mudah yang merugikan orang lain. Dulu sewaktu saya masih bersekolah di SMP dan SMU saya selalu siap menghadapi ujian walaupun harus begadang semalaman dan memangksa waktu bermain saya awalaupun akhirnya lulus dengan nilai yang cukup tetapi saya puas dengan pencapaian saya tersebut.sekarang di era mudah ini dengan begitu banyak informasi yang mudah di peroleh dari berbagai media menyebabkan siswa menjadi terbuai dan malas belajar.

Wah Apa kata dunia,,,,,,,,,,,,,,,



Wajib Militer


Beberapa hari belakangan ini wacana mengenai wajib militer sering terdengar, ada yang setuju dan tidak sedikit yang menolak. Kalau kita runut kebelakang rencana ini di buat oleh DEPHANKAM bertujuan untuk memperkuat militer kita dari ancaman disintegrasi bangsa, memamng sesuatu yang mulia. Sebagai warga negara kita berkewajiban untuk membela negara kita apapun taruhannya, jangankan yang wajib secara sukarelapun pasti kita mau membela negara kita.tetapi apakah prosedurnya sama seperti di luarnegeri bahwa setiap warga negara berusia di atas 18 tahun wajib ikut dinas ketentaraan selama 2 tahun dan setelah itu boleh memilih tetap di dinas atau selesai.

Kalau hal ini di lakukan indonesia akan menjadi negara di kawasan ASEAN yang memiliki jumlah prajuruit terbanyak mungkin lebih dari 800.000 kalau di lihat dari jumlah penduduk.
Negara tetangga kita pasti ketakutan melihat begitu besar jumlah tentara Indonesia. Tetapi apakah kita sudah punya cukup fasilitas dan dana yang memadai untuk mengelola sedemikian banyak sumber daya manusia tersebut. Ya pasti di butuhkan jumlah anggaran yang melabihi APBD propinsi bahkan anggaran DEPHANKAM itu sendiri, apakah pemerintah sudah siap di tambah melambungnya harga minyak mentah di pasar dunia yang di perkirakan menembus $100 per barrel juga berbagai bencana yang melanda bangsa ini. Pemerintah harus berfikir bagai mana melaksanakan hal tersebut.
Pagi ini di koran seluruh negaeri menyatakan bahwa " DPR Menolak Wajib Militer " demikian di kemukakanoleh Ketua DPR Agung Laksono bahwa kecuali negara dalam keadaan darurat negara berhak memobilisasi rakyatnya. Tanpa di mintapun rakyat pasti mau membela negara.

Saat ini jumlah personel prajurit profesional aktif Indonesia mencapai 250 ribu orang terbesar di Asean dengan anggaran sekitar US$ 1 Triliun setara dengan 1,3 persen GDP.

Bagai manapun hal ini haruslah menjadi tugas bangsa ini untuk secara bersama membahasnya agar kelak kia mempunya pertahanan yang modern dan di segani di kawasan ASIA tanpa membuat rakyat tambah merasa terbeban. Apapun pilihanya kita harus bijak menyikapinya. Kami tunggu komentarnya.