Sudirman Sinaga..yah teman ku di SP staf bagian konstruksi yang lagi ngebangun sekolah dasar di nias tiba-tiba menjadi dewan pengawas BRR di Nias wah...rejeki nomplok nih...keep smile Man...jangan lupa kalo ke banda aceh bawa Bika ambon...Beliau lulusan teknik sipil USU tahun 2006
Monday, October 29, 2007
Sudirman Sinaga
Sudirman Sinaga..yah teman ku di SP staf bagian konstruksi yang lagi ngebangun sekolah dasar di nias tiba-tiba menjadi dewan pengawas BRR di Nias wah...rejeki nomplok nih...keep smile Man...jangan lupa kalo ke banda aceh bawa Bika ambon...Beliau lulusan teknik sipil USU tahun 2006
Thursday, October 18, 2007
Mudik! What a amazing fenomena
Mudik..Kata yang terdengar akrab bagi orang indonesia.Hampir semua warga kota besar di Indonesia adalah warga pendatang dari pelosok negeri,mereka mengadu nasib di Ibukota yang menawarkan sejuta impian yang mampu menembus batas kebudayaan dan harapan di daerah sendiri.Jika kita mau melihat kenyataan bahwa memang sangat mudah untuk mendapatkan penghasilan di Ibukota paling banyak dari sektor informal yang tidak menuntut banyak pengetahuan dan keahlian khusus yang penting tekad dan kemauan, bisa menjadi pedagang keliling,tukang parkir,pemulung,pembantu rumah tangga,yang punya modal lebih bisa membuka warung atau usaha kecil lainnya.
Tetapi bagai mana tanggapan penguasa Kota Besar seperti Jakarta misalnya,tahun ini Gubernur terpilih Fauzi Bowo dan Wakilnya telah mengistruksikan jajarannya untuk melakukan razia kependudukan terhadap pendatang baru.Mereka akan melihat kelengkapan kependudukan dan surat pindah dari daerah asal dan keahlian mereka apakah akan dapat bertahan atau hanya menjadi beban untuk Pemda DKI yang masih sibuk dengan program 100 hari gubernur baru. Kalau hal ini dilakukan akan menghalangi kesempatan yang tidak mereka dapatkan dari daerah asal mereka, Pemda DKI melalui Satpol PP akan merazia tempat-tempat pemberhentian terakhir atau terminal-terminal kedatangan para pemudik dam tempat-tempat kos.Mereka seperti organisasi RELA malaysia yang suka merazia pendatang haram dari indonesia, (gak jauh beda khan). Tetapi ini dilakukan terkait dengan sedikitnya kesempatan mendapatkan penghasilan yang lebih baik di daerah asal,Pemerintah Daerah lainnya terkesan hanya mau jadi pemimpin tanpa dapat menjamin kelangsungan perekonomian di daerah,mereka memanfaatkan rakyat biasa untuk mencapai tujuannya dan organisasinya.
Sudah waktunya bagi para pemimpin di daerah untuk memelihara rakyatnya agar tidak beralih menjadi penduduk di daerah lain,mereka harus membuat program yang dapat menghasilkan pendapatan yang berguna bagi masyarakat di daerah seperti pemanfaatan teknologi pertanian tepat sasaran,pemberian kredit murah berbasiskan masyarakat,peningkatan investasi di daerah,pariwisata,dan program lain yang berbasiskan masyarakat supaya masyarakat sendiri dapat mencintai daerahnya dan dapat membangun daerahnya tidak lupa juga pemberian fasilitas kemudahan untuk birokrasi dan pelayanan satu atap,menghilangkan pajak-pajak ganda dan yang anti investasi dan pajak yang tidak masuk akal.
Semuanya dapat dilakukan asal ada kemauan politik yang kuat antara eksekutif dan legislatif,karena merekalh yang menentukan kebijakan dan yang merancang kebijakan.Di negara lain tidak ada tradisi mudik yang sangat kental selain di indonesia karena di tempat asal mereka dapat terpenuhi kebutuhan hidup dan perekomian yang kuat.Para pemudik umunya membawa sanak saudara atau teman untuk dipekerjakan di tempat yang sama dengan mereka ataupun menawarkan tenaga mereka kepada orang lain yang membutuhkan.
Kadang kala tanpa tenaga seperti mereka orang-orang yang biasa memakai tenaga merekapun merasa kesulitan untuk megatur rumah mereka karena biasa dilakukan oleh pembantu rumah tangga dan mereka merasa kuatir kalau pembantu mereka sampai tidak datang kembali, berarti mereka harus mencari tenaga pengganti.Kadang majikan yang mengantar sampai kekampung halaman atau sekedar membuatkan account di bank bahkan sampai di ikutkan kursus dengan harapan mereka tetap setia melayani.
Semua ini tidak terlepas dari jasa yang mereka lakukan untuk para pemodal dan majikan. how ironic...
Tetapi bagai mana tanggapan penguasa Kota Besar seperti Jakarta misalnya,tahun ini Gubernur terpilih Fauzi Bowo dan Wakilnya telah mengistruksikan jajarannya untuk melakukan razia kependudukan terhadap pendatang baru.Mereka akan melihat kelengkapan kependudukan dan surat pindah dari daerah asal dan keahlian mereka apakah akan dapat bertahan atau hanya menjadi beban untuk Pemda DKI yang masih sibuk dengan program 100 hari gubernur baru. Kalau hal ini dilakukan akan menghalangi kesempatan yang tidak mereka dapatkan dari daerah asal mereka, Pemda DKI melalui Satpol PP akan merazia tempat-tempat pemberhentian terakhir atau terminal-terminal kedatangan para pemudik dam tempat-tempat kos.Mereka seperti organisasi RELA malaysia yang suka merazia pendatang haram dari indonesia, (gak jauh beda khan). Tetapi ini dilakukan terkait dengan sedikitnya kesempatan mendapatkan penghasilan yang lebih baik di daerah asal,Pemerintah Daerah lainnya terkesan hanya mau jadi pemimpin tanpa dapat menjamin kelangsungan perekonomian di daerah,mereka memanfaatkan rakyat biasa untuk mencapai tujuannya dan organisasinya.
Sudah waktunya bagi para pemimpin di daerah untuk memelihara rakyatnya agar tidak beralih menjadi penduduk di daerah lain,mereka harus membuat program yang dapat menghasilkan pendapatan yang berguna bagi masyarakat di daerah seperti pemanfaatan teknologi pertanian tepat sasaran,pemberian kredit murah berbasiskan masyarakat,peningkatan investasi di daerah,pariwisata,dan program lain yang berbasiskan masyarakat supaya masyarakat sendiri dapat mencintai daerahnya dan dapat membangun daerahnya tidak lupa juga pemberian fasilitas kemudahan untuk birokrasi dan pelayanan satu atap,menghilangkan pajak-pajak ganda dan yang anti investasi dan pajak yang tidak masuk akal.
Semuanya dapat dilakukan asal ada kemauan politik yang kuat antara eksekutif dan legislatif,karena merekalh yang menentukan kebijakan dan yang merancang kebijakan.Di negara lain tidak ada tradisi mudik yang sangat kental selain di indonesia karena di tempat asal mereka dapat terpenuhi kebutuhan hidup dan perekomian yang kuat.Para pemudik umunya membawa sanak saudara atau teman untuk dipekerjakan di tempat yang sama dengan mereka ataupun menawarkan tenaga mereka kepada orang lain yang membutuhkan.
Kadang kala tanpa tenaga seperti mereka orang-orang yang biasa memakai tenaga merekapun merasa kesulitan untuk megatur rumah mereka karena biasa dilakukan oleh pembantu rumah tangga dan mereka merasa kuatir kalau pembantu mereka sampai tidak datang kembali, berarti mereka harus mencari tenaga pengganti.Kadang majikan yang mengantar sampai kekampung halaman atau sekedar membuatkan account di bank bahkan sampai di ikutkan kursus dengan harapan mereka tetap setia melayani.
Semua ini tidak terlepas dari jasa yang mereka lakukan untuk para pemodal dan majikan. how ironic...
Label:
daerah,
mudik,
pembantu rumah tangga,
pemda dki,
pengasilan,
program
Wednesday, October 17, 2007
Penanganan Lumpur Lapindo Pooling
Sudah Hampir setahun penangan lumpur panas yang diakibatkan oleh explorasi dari PT LAPINDO BRANTAS tidak kunjung membawa hasil yang baik bagi masyarakat sekitar,bahkan pada saat ini walaupun ketinggian tanggul sudah di tambah hingga hampir mencapai 20 meter tetapi masih bisa jebol dan mengakibatkan kerugian yang sangat besar yang di alami oleh masyrakat dan pengusaha di sekitarnya, janji untuk memberikan ganti rugipun terkesan lambat dan terasa penuh rekayasa hingga masih ada pemilik tanah yang sampai saat ini masih belum memerima haknya karena masih dalam proses verifikasi tim penilai. Tetapi bagaimana dengan pengusaha yang terkena dampak langsung dari luberan lumpur tersebut yang merendam kawasan pabrik merekapun tidak jelas penanganannya. Pemerintah terkesan mau menalangi dana yang ditimbulkan oleh kejadian tersebut dan lamban dalam beraksi hingga masalahanya menjadi berlarut-larut walaupun sudah mengeluarkan biaya besar dan di jadikan sebagai bencana alam dan bukan kelalaian karena pekerjaan eksplorasi.Banyak diantara para pengungsi yang berlebaran ditempat pengungsian sementara seperti tidak ada yang perduli dengan nasib mereka.
Apakah pemerintah serius untuk menanganinya atau dijadikan bahan untuk pemilihan presiden mendatang. Suarakan opini anda semoga pemerintah bisa lebih serius mengurus rakyatnya yang terkena dampak langsung dan tidak langsung dari lumpur ini.Baru-baru ini para pengusaha yang terkena dampak lumpur melakukan modifikasi usaha dengan menempatkan atau merelokasi usaha mereka di daerah lain seperti malang,surabaya dan jakarta dan lainya untuk merangkul kembali para pembeli mereka.Para perngrajin sepatu dan sandal di sidoarjo memindahkan unit usaha merek ke trowulan di pusat perkulakan sepatu. sunnguh suatu hal yang sangat disayangkan.(kompas 18/10/2007)
Apakah pemerintah serius untuk menanganinya atau dijadikan bahan untuk pemilihan presiden mendatang. Suarakan opini anda semoga pemerintah bisa lebih serius mengurus rakyatnya yang terkena dampak langsung dan tidak langsung dari lumpur ini.Baru-baru ini para pengusaha yang terkena dampak lumpur melakukan modifikasi usaha dengan menempatkan atau merelokasi usaha mereka di daerah lain seperti malang,surabaya dan jakarta dan lainya untuk merangkul kembali para pembeli mereka.Para perngrajin sepatu dan sandal di sidoarjo memindahkan unit usaha merek ke trowulan di pusat perkulakan sepatu. sunnguh suatu hal yang sangat disayangkan.(kompas 18/10/2007)
Label:
lapindo brantas,
lumpur panas,
pemerintah,
polling
Subscribe to:
Posts (Atom)



